Telah banyak penelitian yang mempelajari tentang pengaruh teh (terutama teh hijau atau green tea) bagi kesehatan dilaksanakan. Hasilnya, positif dinyatakan bahwa teh memiliki zat antioksidan dan mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap infeksi.
Dr. Jack F Bukowski, seorang peneliti dari Brigham and Woman's Hospital di Boston dan Harvard Medical School mengatakan, "Kami meneliti aspek molekular dari komponen teh tersebut di tabung pengujian. Kemudian mengujinya kembali pada beberapa orang untuk melihat apakah betul komponen tersebut berpengaruh pada manusia." Hasilnya menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh para peminum teh merespon lima kali lebih cepat menghadang kuman daripada para nonpeminum teh.
Penny Kris-Etherton, seorang ahli gizi dari Penn State University mengapresiasi penelitian yang dilakukan Bukowski. "Ini adalah penemuan yang penting," menurutnya. Namun, ia menekankan bahwa memang masih diperlukan penelitian lebih lanjut yang melibatkan orang sebagai subjek penelitian lebih banyak.
Dalam penelitiannya, Bukowski dan rekannya mengisolasi sebuah zat yang terkandung dalam teh. Zat tersebut bernama L-theanine. Di dalam hati, zat ini diubah menjadi ethylamine, yaitu sebuah molekul yang mampu menaikkan respon elemen sistem kekebalan tubuh yang bernama gamma-delta T cell.
Gamma-delta T cell di dalam darah adalah garis pertama pertahanan tubuh terhadap segala macam ingeksi bakteri, virus, jamur, dan parasit lainnya. Sel ini bahkan memiliki kemampuan melawan tumor."
Efek teh terhadap kesehatan memang telah lama dan luas diteliti oleh berbagai pihak. Hasilnya, memang menunjukkan bahwa teh sangat bermanfaat bagi kesehatan peminumnya. Teh dapat menurunkan risiko terkena penyakit jantung dan kanker karena mengandung flavonoid--sejenis antioksidan yang terkandung dalam teh. Selain itu, teh juga telah diteliti mampu melawan gejala osteoporosis, kerapuhan tulang, dan meredakan beberapa gejala alergi.
Nah, maka dari itulah, mulai sekarang mari membiasakan diri meminum secangkir teh setiap hari untuk mempertahankan kesehatan dan menghindarkan tubuh dari risiko penyakit.
Diinformasikan kembali dari berbagai sumber
oleh Ratih Cilik.
Selamat Datang!
Selamat datang di blognya Ratih Cilik. Siapa Ratih Cilik? Nama aslinya Ratih. Nah karena badannya kecil dan kelakuannya kadang-kadang petakilan, dipanggilnya Ratih Cilik.
Blog ini berisi berbagai hal yang pernah tercatat dan tertulis di notes kecilnya. Notes itu, karena kecil, nggak bisa memuat banyak. Nah, akhirnya dipindahkanlah sebagian ke blog ini. Supaya, notes kecilnya yang sudah penuh itu tidak terlupakan. Ya bukunya, ya isinya.
Mudah-mudahan Ratih bisa berbagi berbagai hal bermanfaat di sini.
Salam,
Ratih Cilik
Rabu, 20 Juni 2012
Resep Membuat Steak Daging di Rumah
Anda suka steak? Steak adalah olahan daging sapi yang cukup disukai banyak orang, terutama mereka yang senang dengan kuliner Eropa. Ya, steak memang salah satu kuliner khas dan populer dikonsumsi para bule. Meskipun begitu, bukan berarti kita tidak bisa menikmatinya bukan?
Buktinya, sekarang sudah banyak rumah makan, kafe, atau restoran yang menghidangkan steak sebagai menu utama. Steak tersebut sudah diolah dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga pas di lidah masyarakat kita. Bahkan, sebenarnya, steak bukan hanya bisa dinikmati di restoran atau di luar rumah, di rumah sendiri pun, Anda bisa menikmatinya.
Selamat mencoba!
Buktinya, sekarang sudah banyak rumah makan, kafe, atau restoran yang menghidangkan steak sebagai menu utama. Steak tersebut sudah diolah dan dimodifikasi sedemikian rupa sehingga pas di lidah masyarakat kita. Bahkan, sebenarnya, steak bukan hanya bisa dinikmati di restoran atau di luar rumah, di rumah sendiri pun, Anda bisa menikmatinya.
- Beli daging di pasar tradisional, pilih daging yang namanya daging has bagian dalam. Tanya aja ke penjual dagingnya, minta daging has dalam, gitu.
- Cuci bersih daging, kemudian potong tipis (sekitar 1 senti). Lebarnya ... terserah Anda deh.
- Pukul-pukul daging tersebut dengan pemukul daging biar agak lunak, atau gunakan nanas.
- Panggang steak di atas teflon yang telah di oleskan sedikit minyak (atau margarin).
- Perhatikan kematangan daging. Kematangan ini memang sesuai selera, jadi tidak bisa dipatok berapanya. Ada yang senang rare, medium-rare, well done, atau overcook. Rare artinya nyaris mentah. Permukaan luar daging berwarna keabuan sementara dalamnya masih merah. Medium-rare artinya nyaris matang. Permukaan luar daging berwarna keabuan sementara dalamnya berwarna merah muda. Well done artinya matang sempurna. Permukaan luar dan bagian dalam daging berwarna keabu-abuan. Overcook artinya nyaris gosong (atau gosong). Permukaan luar berwarna gelap, disertai sedikit bagian gosong, dan rasanya agak pahit (karena ada bagian yang gosong itu).
- Selama memanggang, bolak-balik daging agar matangnya merata.
- Sajikan di piring bersama salad atau kentang goreng. Bisa juga ditemani french fries (gorengan prancis itu lho ... hehehe) yang bisa didapat di supermarket atau toserba yang cukup lengkap
- Nah, untuk sausnya ... agar praktis, bisa Anda beli juga di toserba atau supermarket yang menurut Anda cukup lengkap.
Selamat mencoba!
Tips Memilih dan Membeli Ikan Segar
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki luas wilayah laut yang cukup besar. Indonesia juga dikenal memiliki kebudayaan berorientasi laut yang beragam. Salah satunya adalah kuliner dari bahan ikan.
Betapa banyak jenis ikan yang bisa didapatkan di pasar tradisional maupun modern. Banyaknya jenis ikan juga menghasilkan begitu banyaknya kuliner olahan dari ikan.
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa ketika membeli ikan, pembeli harus jeli dan paham betul bahwa ikan yang dibeli tersebut masih segar. Ikan yang tidak segar tentunya tidak akan enak hasilnya setelah diolah. Bahkan, bagi beberapa orang yang sensitif, ikan yang sudah tidak segar dapat mengakibatkan alergi.
Nah, berikut ini adalah beberapa tips bagi pembaca sekalian agar bisa memilih ikan yang masih segar.
Betapa banyak jenis ikan yang bisa didapatkan di pasar tradisional maupun modern. Banyaknya jenis ikan juga menghasilkan begitu banyaknya kuliner olahan dari ikan.
Akan tetapi, perlu diketahui bahwa ketika membeli ikan, pembeli harus jeli dan paham betul bahwa ikan yang dibeli tersebut masih segar. Ikan yang tidak segar tentunya tidak akan enak hasilnya setelah diolah. Bahkan, bagi beberapa orang yang sensitif, ikan yang sudah tidak segar dapat mengakibatkan alergi.
Nah, berikut ini adalah beberapa tips bagi pembaca sekalian agar bisa memilih ikan yang masih segar.
Langganan:
Postingan (Atom)

